Sabtu, 08 November 2008

ada apa dengan sofi (4)

Weleh weleeeh.. Sofiii Sofiii.. belum tamat juga?
Kayaknya ni Sofi pengen nyaingin Dian Sastro ya?
Boleh deh, ntar ummi nulis buku aja berjudul "AADS", kali bisa diangkat ke layar lebar =P

-----
Iya Om.. Tante.. , Sofi ni masih pengen ditungguin sekolahnya, sampe hari terakhir dalam pekan ini, Sabtu tadi pagi.
Ditungguin di kelas, sampe si umi tiba-tiba tampil jadi guru ke-4 yang mangkal di kelas Awan.
Sebutan untuk kelas A nya Sofi.

Punishment berupa si 'kyakya' yang tampak pasrah disembunyiin di lemari, dan award berupa gantungan kunci winnie the pooh kalo Sofi mau sekolah sendiri, sama sekali tidak mengubah tekadnya untuk minta ditungguin.

Selasa sukses,
Rabu sakit,
Kamis mogok,
Jum'at ditungguin nenek,
Sabtu tadi... ditungguin ummi.

Jum'at sore saya minta Arif nungguin De Sofi di kelasnya untuk hari Sabtu tadi. Arif mau dan Sofi tampak senang. SD Tunas Unggul tempat Arif sekolah kan libur kalo hari Sabtu.
"Biar papa yang anter..", kata mereka. Papa juga Sabtu libur.
Yups.. berarti saya bisa dengan santai di rumah. Maksudnya santai mencuci dan menyetrika baju. Santai menyapu dan mengepel rumah.

Tadi pagi meureun setelah dipikir-pikir, si Arif males juga. Pas bangun tidur dia udah 'minta izin' untuk membatalkan janjinya...
Hadoh... hadoh.... padahal saya udah rendem cucian, dan rumah tampak memelas, menunggu sentuhan trampil dari seorang perempuan bertanggung jawab sepertiku.

Saya tidak berhak memaksa Arif, dan saya tidak tega kalo sampe menyuruh suamiku menunggu Sofi di kelasnya. Bukan apa-apa, saya enggak tega aja sama Bu Gurunya Sofi.
Tampaknya mereka nanti akan kehilangan ekspresi demi melihat di antara anak-anak kelas A itu ada seorang pria berjanggut tujuh senti.
Enggak tega juga sama suamiku yang mesti melihat Bu Gurunya Sofi berjingkrak-jingkrak, megal megol.. karena saya tau, hari Sabtu adalah harinya senam dan menari.

Dengan meninggalkan segala kericuhan di rumah, yang bisa dipastikan suamiku tidak cukup punya bakat untuk menyelesaikannya, saya pergi mengantar Sofi.
Sofi tampak senang.. Seperti biasa saja.

Jum'at kemarin mamah bilang sama saya, katanya Sofi bilang ke neneknya itu, kalo Sofi sangat ingin gantungan kunci winnie the pooh yang saya belikan. Kata mamah, "pasihkeun we atuh lah, karunya".
Hooo.. No! No! Saya harus konsisten dengan perjanjian antara saya dengan sofi mengenai reward dan punishment. Kalo masalah tega mentega sih, emang gak tega.
Gak tega saya menyembunyikan si 'kyakya' yang semalam dia tanyakan keberadaanya, dan menyimpan gantungan kunci dambaannya di atas kulkas.

---

Sekarang tampaknya mesti dibentuk pansus untuk mencari jawaban dari pertanyaan 'ada apa dengan sofi' ini.
Untuk sementara, beberapa kemungkinannya adalah:

Kemungkinan 1 = bermasalah dengan teman
Atsa, temen cowok Sofi yang telah didakwa bersalah dengan tuduhan menendang Sofi, sudah minta maaf di depan Bu Eneng, dan -katanya- Sofi sudah memaafkan, sehingga terdakwa dinyatakan bebas tanpa syarat.
Lantas Sofi bermasalah dengan siapa lagi?

Memang ada beberapa anak yang tampak terlalu aktif untuk ukuran Sofi. Ada temen ceweknya Sofi bernama Nesya alias Nene yang tampak begitu aktif -centil- dan menguasai teman-temannya.
Tadi dengan polosnya dia bercerita pada saya di kelas:
"Nanti Nene mau pergi sama Hafiz"
"Siapa tu Hafiz?", tanya saya
"Pacar Nene!", kata dia sambil menepuk dadanya.
"Hah? Siapaa?", saya tidak bisa menyembunyikan rasa kaget saya,"Siapanya Nesya??"
"PACAR!!", jawabnya setengah teriak.
Geli campur campur heran saya.. anak 4 taun udah kenal sama istilah 'pacar'?
Sofi juga udah tau 'pacar', tapi pacar pewarna kuku. Kiriman dari temen nenek yang umroh.
Ada juga Yasmin yang tampak paling tinggi. Mungkin dengan ukuran tubuhnya yang lebih tinggi, dia jadi merasa mampu untuk mengalahkan teman-teman perempuannya.
Hm.. Sofi?
Gemuk di pipi, tampak ndut, .. tapi masih terlihat imut. Tidak sedewasa penampilan Nesya dan Yasmin.
Sementara yang seritme dengan Sofi adalah Fatimah, Hasna, dan Nisa.
Salma... ternyata agak lincah juga dia.

Tapi - taukah anda bahwa Sofi itu GALAK??
Dia tidak jarang membuat Arif, atau Fauzan sepupunya berurai air mata karena dibentak sama Sofi sambil berkacak pinggang.
Penia, tantenya Sofi pun sependapat.
Berhubung jauh, tantenya ini selalu menanyakan perkembangan Sofi via ym...
"Lho.. bukannya Sofi bisa galak? Nia kaget kalo Sofi bisa kalah dari temen-temennya?!"
Hehe.. bener Tante.. Gimana atuh Tante =(
Saya lihat sih.. Sofi bisa menempatkan diri. Dia dekat hanya dengan teman-teman seritmenya saja. Menjauh dari laki-laki, dan para perempuan aktif.
Kemungkinan bermasalah dengan teman ini... mmm... 20%

Kemungkinan 2: bermasalah dengan guru
Sofi mulai menangis ketika Bu Susan yang terkenal heboh, menyambut kedatangan Sofi, memeluknya dan mendudukkan Sofi di pangkuannya.
Hoho.. ternyata sentuhan yang salah, sodara-sodara!!
Sofi bukan tipe anak yang senang dielu elukan dan dijadikan pusat perhatian.
Nenek mengingatkan Bu Susan kalo Sofi mah jangan digituin. Justru kalo dicuekin, Sofi akan merasa biasa, merasa diterima seperti anak-anak lainnya.
Karakter Bu Eneng lebih bisa diterima Sofi. Pendiam, tapi perhatian.
Bu Susan pun tadi akhirnya menarik diri. Menyapa Sofi seperlunya, tapi tetap menunjukkan perhatian penuh.
Kemungkinan yang ini: 10%

Kemungkinan 3: bosan sekolah
Sebelum pergi sekolah saya tanya Sofi:
"Sofi mau sekolah ditungguin, atau di rumah aja enggak usah sekolah?"
Sofi menjawab:
"Sekolah ditungguin"

Ketika tadi dia mulai menangis di kelas karena dilibatkan dalam game, saya tanya Sofi lagi:
"Sofi mau pulang sekarang, atau tetep sekolah ditungguin?"
Sofi menjawab sambil sedikit terisak:
"Sekolah ditungguin"

Dan sesekali saya mencuri pandang, dia tampak tidak bisa menahan tawa dan senyumnya, melihat tingkah temen-temen dan guru-gurunya yang lucu.

Jadi kemungkinan ini: 0%

kemungkinan 4: fisik terganggu
Akhir-akhir ini memang Sofi sulit makan. Makannya jarang habis dan sedikit sekali. Padahal saya sudah coba kasih dia makanan yang enak-enak. Ngebela-belain beli.
Asupan suplemen dan buah tidak lupa ditambahkan. Plus susu.
Apa yang kurang ya?
Hari Rabu memang dia tampak masuk angin aja.

Tapi kemungkinan ini.. saya nilai cuma 5%, karena dia tampak sehat seperti biasanya.

Kemungkinan 5: lagi 'dapet'
Kalo perempuan dewasa lagi 'dapet', maka segala perasaannya emang sulit dideskripsikan.
Tiba-tiba sedih pengen nangis, tiba-tiba marah, tiba-tiba bad mood.
Hormonal?? Hehe..
Hm.. mungkin lagi cari perhatian aja kali ya.
Saya pun sampai sulit mendeskripsikannya di blog ini.

Dan kemungkinan ini menurut saya menempati urutan teratas: 50%

Kemungkinan sisanya.. apa ya?

-------
Tengah-tengah nulis blog ini saya break sholat maghrib dulu bareng anak-anak, dipimpin oleh Arif. Papa pergi.

Habis sholat, nyoba do'a bareng.. berdo'a biar Sofi mau dijagain Allah aja kalo sekolah.
Karena (pada hakikatnya) cuma Allah yang bisa bikin Sofi bahagia.

Sofi senyam senyum karena sama saya dido'ain begitu...
entah apa yang ada dalam pikirannya...
entah ada apa dengan sofi...

***

2 komentar:

swestika mengatakan...

teh ier.. wah, investigasinya berlanjut ya...
semoga sofi bisa sekolah tanpa ditungguin dan ceria lagi.. :)

satu lagi kemungkinan: sofi pgn ky anak2 lain yg ditungguin ummi2nya hehe (kek crita teh ier sblmnyah)

ier mengatakan...

Tante Tika.. trims masukannya..
Tapi mama-mama temennya Sofi nungguinnya di luar, Tante..
Sementara Sofi pengen uminya ngajugrug siga bangku di kelas :(