Kamis, 25 Februari 2010

berdo'a apa adanya

***
Saya sedang menikmati indahnya berdo'a.
Berdo'a dengan bahasa yang biasa-biasa saja.
Maklumlah seringkali apa yang saya inginkan terkesan konyol banget, tapi memang gak ada salahnya kita meminta hanya pada Dia yang Maha Pemberi.

Bukannya saya tidak tau berbagai adab do'a. Tapi saya ingin dekat dengan-Nya tanpa ada kesan dibatasi.
Biarlah saya bicara dengan-Nya apa adanya. Agar saya benar-benar merasakan kalau Dia selalu ada dekat dengan saya dan Dia lah yang paling mengerti saya.

Betapa ya.. Dia mendengar semua do'a-do'a saya, mulai dari pengen dapet rengking satu waktu SMP, pengen masuk SMA3, pengen lulus UMPTN, pengen dapet IPK cukup, pengen dapetin jodoh... dll...
Kebetulan yang saya sebut barusan adalah yang memang Dia kabulkan. Kalo yang enggak..hmm... malah lupa ..

Ah, barangkali itu juga bentuk pengabulan dariNya...
Dia membuat kita lupa apa yang kita inginkan!!

Barangkali dikabulkan Nya dengan membuat kita merasa cukup dengan apa yang ada.
Barangkali dikabulkan Nya dengan diganti oleh sesuatu yang lebih baik.
Sampai-sampai kita lupa dengan isi do'a sebelumnya.

Sungguh tak pernah percuma kita berdo'a... Cepat atau lambat akan Dia kabulkan juga dengan berbagai cara-Nya yang luar biasa.

-saya yang bahagia hari ini karena do'a saya semalam...dan sampai kapanpun akan saya ulang do'a itu hingga terkabulkan, atau hingga saya sendiri lupa-


***

Selasa, 23 Februari 2010

gak pernah nganggur

***
Saya yang dari kecil teu daek cicing memang ternyata gak pernah ngerasa nganggur.
Hari senin kemarin dan hari ini aja rasanya bumi berputar begitu cepatnya.
Begitu saya nikmati kebebasan saya dari rutinitas di apotek tempat selama ini saya bekerja.
Begitu bebasnya saya menentukan hari ini mau apa, dan apa saja yang mesti saya prioritaskan.

Tentu saja selamanya saya tak boleh begini. Dalam arti saya harus berpikir juga bagaimana mencari uang.
Terngiang apa kata teman saya, kalau seorang istri itu mesti berpikir bagaimana menghidupi keluarga. Karena bisa jadi tiba-tiba ada 'apa-apa' dengan suami hingga tidak bisa mencari nafkah lagi, apa daya kita membiayai anak-anak?
Teman saya itu memang bercermin pada hidupnya yang ditinggal wafat ayahnya saat dia kelas satu SD kalau tidak salah. Syukurlah ibunya bekerja hingga ekonomi keluarga amat terbantu dengan pekerjaan ibunya itu.
Rezeki memang di tangan Allah, tapi secara syariat kita harus tetap berikhtiar dan menyusun berbagai rencana dan strategi.

Akhir bulan ini sih insyaa Allah saya masih dapat gaji, plus keuntungan dari bisnis obat-obatan saya dengan sebuah balai besar yang alhamduliLlah sudah cair.
Bulan depan? Wallahu a'lam.. tampaknya tidak ada lagi penghasilan apa-apa. Pure tergantung sama suami (sebenernya cukup kok, alhamduliLlah).

Rencana saya, Insyaa Allah saya akan menikmati dulu 'liburan' ini sampai Sofi masuk SD, sambil menjajal beberapa target pribadi, dan tentu saja tidak memutus silaturahmi dengan ratusan relasi.
Setelah Sofi masuk SD, insyaa Allah saya akan mencari kerja. Kerja sesuai dengan minat dan keahlian yang saya miliki (halah..). Bisa di apotek lagi, bisa juga mengajar. Kalaupun mau, sebenernya sekarang juga saya sudah bisa bekerja lagi di tempat baru.

Rencana saya itu akan berjalan kalau... belum dinyatakan positif hamil lagi.. hehe.
Kalau hamil lagi, barangkali akan masuk ke plan B..
Apa itu plan B? Nanti saja ceritanya kalau memang positif ya.. =)

***

Senin, 22 Februari 2010

di hari senin itu, 15 Februari 2010

***
Berkata jujur itu selalu melegakan
Membuat yang tadinya hiruk pikuk dalam pikiran sendiri, akhirnya bisa terbagi
Ada kalanya kejujuran tak perlu diungkapkan
Mungkin hanya untuk menjaga perasaan
Atau untuk menjaga rahasia diri dan rahasia seseorang

Pandai-pandainya kita memilah saja

Akhirnya bila semua sudah terlalu menyesakkan
ternyata jujur memang penolong untuk meluapkan semuanya

---
Terimakasih untuk seseorang yang dengan berlapang hati
menerima dan mengerti apa yang saya rasakan

sama sekali tidak mau saya berpisah dengannya hanya karena
apa yang saya ungkapkan
Justru dengan kejujuran saya padanya
kejujuran dia pada saya
membuat segalanya bisa lebih indah untuk dijalani
dalam ridha-Nya

Semoga...

***

Sabtu, 06 Februari 2010

>>>>

****
Kenapa saat ini saya merasa bisa membaca jalan pikirannya ya?
Merasakan apa yang dirasakannya
Memikirkan apa yang dipikirkannya
Hiiiiyyyy... jadi takutttt....

****

-menitipkan dirinya padaMu-

Saya tau beres sajalah, ya Allah?
Karena sesungguhnya hanya Engkau yang mengerti dirinya...
saya cuma sotoy ajaah.....heuheu...

****

labil

***
18.30
Hari ini sedang merasa labil
Mudah tersulut, mudah lelah hanya karena hal-hal kecil
Biasanya ada sesuatu yang mesti dibereskan
atau ada amanah yang belum saya tunaikan

Mesti saya urai benang kusutnya malam ini
barangkali mesti dimulai dengan sesuatu yang bikin segar fisik dan pikiran
Hmmmm...
Mandi? hehe.. mungkin juga..
rasanya penat, memang karena lupa mandi sore

Setelah itu mesti saya ambil bolpen dan agenda corat-coret saya
yang penuh dengan rencana dan target
yang kadang hanya sebagian yang saya tunaikan
tak apalah
yang penting saya bisa melihat apa yang jadi masalah saya di atas selembar kertas
memetakan sesuatu yang membuat kepala saya terasa berat sore ini

Dimulai dengan mandi dulu?
okay

19.00
sudah mandinya..
sekarang...
dandan dulu lah...
sedikit aromaterapi mungkin..hehe.. dengan Lancome Parfume from Paris.
Oleh-oleh dari sang suami tercinta
Oya.. suamiku malam ini ada keperluan di luar
saya cuma bertiga sama anak-anak
Yang masing-masing dengan keasyikannya sendiri-sendiri
.............
sekarang saya cari dulu agendanya
dan mulai menulis di sana

Dimulai dengan penyusunan agenda besar yang akan saya lakukan mulai besok hingga sabtu depan
.............
Heu.. ternyata ada enam agenda besar !!!
Mungkin memang tidak harus selesai pekan ini.
Tapi apa yang akan saya lakukan akan mengarah ke sana...

wooh.. sahabat saya online.. janjian ym.
buyar dah.

***

Rabu, 03 Februari 2010

Ariiif.. Arif.. ^^ (1)

Today at 3:19pm | Edit Note | Delete
Uploaded via Facebook Mobile


"Allah itu Maha Adil ya Mi", kata Arif tiba-tiba, dengan mata tak lepas dari tayangan TPI tentang ulat sutra.

"Iya.. Memang kenapa?", tanya saya excited. Bangga dalam hati, anakku bisa menyimpulkan sesuatu tentang Allah dari tayangan ulat sutra tadi. Dan berharap dari mulut Arif anakku ini, meluncur alasan-alasan menakjubkan tentang keMahaAdilan Allah di matanya. Nanti kan bisa saya upload di note atau blog.. Dan nanti komentar2nya pastilah cukup membuat saya sebagai ibunya, berbangga hati.

Tapi alangkah kecewanya saya tatkala Arif menjawab dengan tatapan heran ke arah saya:
"Ya Allah Maha Adil aja. Emangnya engga??"

*(%&@€£>!!!

Updated 41 minutes ago · Comment · LikeUnlike

Akhmad Mukhamad Arifin
bagus rif..telak sekali! om bangga =D wkakakaakaka!!
35 minutes ago ·

Lia Apriliani
lahhhh....sy juga ikut berharap ^_^
30 minutes ago ·

***

Minggu, 31 Januari 2010

atur jadwal

***
Senangnya hari Minggu saat berbenah dan mengatur jadwal baru.
Kesibukan tidak terlalu padat di pekan depan. Tapi akan padat bila kita gak cerdas ngatur waktunya. Jangan sampe urusan runyam, karena menunda pekerjaan, lupa naruh barang, atau gak tepat waktu.
Sebagai istri yang urusan anak sampe mobil, SPP sampe lauk nasi, ngepel sampe nyuci, dipercayakan sepenuhnya oleh suami, ya saya musti amanah dong.

Terdengar sederhana tapi ternyata semuanya butuh kecerdasan emosi maupun kecerdasan intelektual untuk menjalaninya tanpa menzhalimi siapapun. Gimana caranya biar hubungan baik dengan tetangga tetap terjalin, siap jadi wakil suami di manapun, gimana juga silaturahim dengan keluarga tetap terjaga.

Ah, sampai sampai... apapun posting seorang istri di dunia maya, mesti juga dijaga.
Apapun yang dikatakan istri, suami biasanya kena pujiannya ataupun kena batunya.
Sampai saat ini suami saya sudah jadi 'pakaian' yang baik untuk saya. Dan sebaliknya, saya juga mesti jadi 'pakaian' yang baik bagi suami saya.
Mestinya... semoga.

Berencana dengan matang, dan lakukanlah dengan cerdas.
Itulah gunanya saya punya pendidikan tinggi.
***

Sabtu, 30 Januari 2010

mati kutu

***
Gilirannya nulis sekarang saya kok mati kutu.
Lagi senang kerja dan ngomong kali ya (dan pasang status secara lebay)
jadi weh...

Hmm. tapi bener.. saya sekarang lagi senang kerja.
Workaholic.
***

Sabtu, 16 Januari 2010

.....

***

hanya ingin berucap terimakasih untuk sahabat saya Lita, yang udah nemenin saya hampir dua puluh empat jam setiap harinya walau hanya di dunia maya..

***

Jumat, 01 Januari 2010

lapoex

***
Barangkali ada yang googling cari tau tentang lapoex, mudah-mudahan link blog ini ada di urutan pertama =)
Tadi baru reunian lapoex, dan seperti biasalah, kalo saya lagi kasuat-suat sesuatu, pasti ditumpahkannya di blog ini.

Kasuat-suat ku lapoex, tak berarti saya pernah ada hati pada salah seorang anggotanya. Fisika 1 SMA Negeri 3 Bandung 1994-1996 adalah kelas terindah yang pernah saya tempati seumur-umur saya sekolah. Entah kenapa dinamakan lapoex, saya juga lupa. Dan kenapa begitu berkesan?.. mm.. Mungkin karena saya dua tahun babarengan pada saat usia seorang Irma berada pada tahap pencarian jati diri. Halah. Apa hubungannya jati diri dengan lapoex, ya?

Tentu saya gak tau di kelas lain seperti apa.. bahkan mungkin di SMA lain juga sama aja. Tapi yang jelas kelas lapoex ini berisi orang-orang pintar yang low profile. Bisa berpikir serius sekaligus jenaka. Bisa membuat haru, tapi juga ketawa. Membuat saya merasa eksis eksis aja walau paling pinternya si Ier itu di urutan lima belas dan paling kacrut di urutan tiga puluh tiga, plus sisanya selalu di urutan dua puluhan...
tetep aja asik. Gak pernah merasa direndahkan atau dianakbawangkan.

Hmm.. Bisa juga saya merasa asik begitu karena mindset saya sebelum masuk SMA, meniatkan masa-masa SMA ini HARUS saya pakai main dan gaul. Jadinya ya begitu itu. Targetnya bukan prestasi, tapi eksistensi (fyuh).
Hanjakal otak saya memang gak bisa kompromi. Temen-temen lain mah eksis iya, gaul iya, prestasi iya. Gw mah eksis iya, prestasi jeblok.
Keun baelah. Yang penting saya bisa selalu senyum mengingat jaman saya SMA.

Ngetawain diri nginget saat saya dibilang 'goblok' sama guru olahraga. Dibilang 'rumus nenekmu' sama guru fisika, dan sempat juga dikeluarin dari kelas sama guru matematika. Gyahahaha... semua bener-bener saya lalui dengan ketawa aja.
Bukan berarti saya ndableg, tapi memang gaya gaya guru SMA 3 ya begitu itu. Tukang bikin anak didik ngerasa paling goblok sejagat raya.

Lha tadi pas reunian aja saya ma Yasin ketawa-ketawa. Kirain dia lupa pernah dikeluarin dari kelas bareng saya. He.. taunya inget juga.
Paling inget itu karena saya yang asalnya sedih karena dikeluarin dari kelas, tiba-tiba jadi hore karena Yasin juga dikeluarin. Kekeke.. sementara Yasin adalah standar anak kesayangan guru toh? Hahaha.. puas dah kalo dia juga dikeluarin. Berarti gw emang gak bego-bego amat =P

Gak ada cerita cinta saya dari kelas ini. Kecuali cinta atas nama persahabatan dan kebersamaan. Barangkali itu juga yang bikin nyaman selama saya belajar di kelas. Gak pake cari perhatian siapa-siapa. Konsentrasi sekalipun saya dijodo-jodoin sama seorang ganteng bernama Johan Mahardi, saya tetap bisa konsentrasi.
Maksud saya, konsentrasi ke kecengan saya di kelas lain =D
Wajar kali ya kalo jaman SMA ada kecengan mah. Asal jangan diterusin jadi yang iya iya aja.

***
Setelah sekian lama berpisah, tadi ketemuan juga dengan temen-temenku itu yang masih tampak menyenangkan seperti dulu. Bedanya ya cuma jadi ada 'buntut'nya aja.
Yasin yang sudah jadi ayah, Levy dan saya yang sudah jadi Umi, dan Nia yang sudah jadi mama, bersama pasangannya masing masing. Senangnya =)

Sayang yang lain berhalangan hadir karena rata-rata sedang ada di luar Bandung. Thanks to fb yang udah mempertemukan kami lagi. Walau jauh di mata, tapi tetap dekat di hati =)

***